Pentingnya Perpustakaan On-line pada Madrasah

PENTINGNYA PERPUSTAKAAN ON-LINE PADA MADRASAH

DI ERA INFORMATION COMPUTER TECHNOLOGI (ICT)

Oleh: Widayanto

Pendahuluan

Kalangan pengelola madrasah bisa berbangga karena juara pertama perpustakaan tingkat nasional antar

sekolah dan madrasah tahun 2007 adalah perpustakaan pada salah satu madrasah yaitu Perpustakaan

Madrasah Aliyah Negeri Model Jogyakarta.  Namun secara umum keberadaan perpustakaan pada

madrasah belumlah memadai.  Sudah saatnya bagi siswa madrasah di era informasi ini untuk

menjadi e-citizen yang memiliki ketrampilan informasi yang tinggi.  Sejak usia muda, siswa perlu

dibiasakan dengan e-library dan e-learning.  Hal ini bisa terjadi bila perpustakaan itu dirubah dan

diberdayakan.  Dengan jejaring yang ada di Indonesia sekarang, perpustakaan on-line sebenarnya sudah

sangat mungkin untuk diupayakan.

Bukan hanya siswa di daerah perkotaan saja yang membutuhkan perpustakaan on-line.  Sebenarnya

semakin terpencil lokasi madrasah dimana ketersediaan media cetak maupun buku sangat terbatas,

semakin siswanya membutuhkan perpustakaan on-line.  Hal ini sangat beralasan, karena dengan

perpustakaan on-line, siswa akan lebih mudah untuk mengakses informasi maupun pengetahuan yang

sulit mereka dapatkan dari buku.  Perpustakaan madrasah perlu beralih dan berubah dari suasana

tradisional menjadi perpustakaan “modern” yang lebih sering disebut dengan pusat sumber belajar atau

Learning Resource Center, atau Electronic Resource Center.

Bila dalam penyediaan perpustakaan tradisional, madrasah dihadapkan pada permasalahan penyediaan

dana untuk mendapatkan koleksi buku bermutu yang mencukupi, dan setiap saat supaya dapat dilakukan

penyiangan dan pembaruan koleksi, dengan perpustakaan on-line madrasah tentu dapat mengurangi

pendanaan penyiangan dan pembaruan koleksi.  Yang perlu dilakukan adalah menyediakan tempat di

perpustakaan yang telah ada untuk menempatkan piranti sebuah sampai dengan lima buah komputer

(kalau belum bisa lebih dari itu) yang terhubungkan dengan internet yang selanjutnya disebut Pusat

Swa-Akses (PSA) atau self-access centre.  PSA adalah suatu pusat sumber belajar yang menggunakan

teknologi untuk memperluas kemungkinan belajar mandiri demi keberhasilan belajar perorangan sesuai

dengan minat kemampuan, dan kebutuhannya.  PSA tidak saja menggunakan alat dan bahan untuk

menciptakan lingkungan belajar yang cukup kondusif, tetapi juga mengeksploitasi apa saja untuk

memberikan kesempatan belajar secara maksimal, baik dalam hal materi, waktu, pengelolaan, maupun

pelayanan.  Dengan demikian siswa madrasah dapat benar-benar belajar dengan swa-arah (self-directed).  Untuk jaringan internet, madrasah bisa memanfaatkan Telkomnet Instant, Hot-Spot, maupun

Speedy yang telah tersebar luas di seluruh tanah air.

 

Paradigma Perpustakaan on-line dalam Proses Pembelajaran Masa Kini  

Perpustakaan merupakan syarat yang harus dipenuhi dalam pengelolaan pendidikan untuk mendukung

standar nasional pendidikan dimana kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum

Negara Kesatuan Republik Indonesia harus didukung oleh standar-standar: pengelolaan, kompetensi lulusan, isi, proses, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan

prasarana, pembiayaan, dan penilaian.

Pada masa lalu pembelajaran lebih bersifat menghafalkan bahan-bahan yang sudah ditentukan

sebelumnya.  Pembelajaran tidak terlalu mengedepankan rasa ingin tahu, inisiatif dan kemampuan kritis

siswa.  Siswa juga mendapat ijazah/STTB-nya dari ruang kelas fisik dengan terlebih dahulu bertatap muka

secara teratur dengan guru.  Dalam konteks belajar seperti ini perpustakaan selalu diakui penting

keberadaannya, tetapi tidak wajib ada.  Komputer yang ada belum terhubungkan dengan internet

sehingga memiliki fungsi yang sangat terbatas sebagai mesin ketik elektronik belaka.  Pembelajaran

semacam ini sedikit demi sedikit mulai semakin ditinggalkan pada era informasi kini yang mana ilmu dan

teknologi telah berkembang dengan sangat cepat.

Belajar di jaman sekarang adalah untuk membangun makna, menyelesaikan masalah dan membuat

keputusan.   Belajar sedapat mungkin menyelesaikan persoalan-persoalan hidup yang sebenarnya, kegiatan untuk berfikir, berkomunikasi dan belajar yang dibangun di

atas pengetahuan dan pengalaman siswa sebelumnya.  Dalam konteks seperti ini, dibutuhkan ruang

perpustakaan yang berfungsi sebagai tempat kegiatan peserta didik dan guru memperoleh informasi dari

berbagai jenis bahan pustaka dengan membaca, mengamati, mendengar, dan sekaligus tempat petugas

mengelola perpustakaan (Permendiknas No. 24, 2007).   Perpustakaan yang dibutuhkan adalah

perpustakaan yang memungkinkan siswa mengakses informasi secara elektronik.

Pada dasarnya siswa perlu memiliki keberwacanaan informasi (information literacy) atau ketrampilan

informasi (information skill), yang meliputi:

a. mengenal kebutuhan akan informasi,

b. mengetahui bagaimana secara tepat mengidentifikasi dan mendefinisikan informasi yang dibutuhkan,

c. mengetahui dimana mendapatkan informasi secara efisien,

d. menyatukan informasi yang diperoleh ke dalam kesatuan pengetahuan yang dimiliki, dan

e. menggunakan informasi secara efektif untuk mencapai tujuan tertentu.

Pada masa sekarang karakteristik masyarakat semakin kompleks.  Belajar juga tidak lagi terbatas di

bangku madrasah/sekolah.  Belajar sepanjang hayat semakin dihayati sebagai unsur penting dalam

mengembangkan profesionalisme.  Belajar semacam ini menyatukan pendidikan informal, formal dan

non-formal.

 

ICT bagi Pembelajaran Elektronik

ICT semakin tidak dapat dikesampingkan dalam proses pembelajaran yang menyiapkan siswa untuk

hidup jaman ICT itu sendiri.  Perpustakaan madrasah yang memungkinkan siswa belajar dengan

menggunakan ICT adalah perpustakaan e-learning.   Perpustakaan semacam ini harus pula dilengkapi

pustakawan yang mengelolanya. Pustakawan tidak hanya sekedar memindahkan teks dari bahan cetakan

menjadi teks elektronik di dunia maya, namun seperti pendidik lain, pustakawan perlu mengkondisikan

lingkungan belajar maya, interaksi online dan lingkungan belajar yang terkelola secara efisien.  Dalam hal

ini siswa belajar secara elektronik atau e-learning yang memungkinkan fleksibilitas dalam pembelajaran

dan yang memungkinkan umpan balik dapat dengan segera diperoleh.

Ini adalah tantangan yang harus dihadapi oleh pengelola pendidikan di madrasah khususnya.  Memang

diakui banyak yang menentang pembelajaran semacam ini.  Mereka berpendapat bahwa pembelajaran

seperti ini dapat mengurangi interaksi kemanusiaan, dan karena ketidak-abadian komputer itu sendiri.

 

ICT Merupakan Investasi Jangka Panjang

Pada saat ini ICT masih dinikmati oleh siswa yang tinggal di daerah perkotaan besar, dan lebih bersifat

komersial.  Bahkan keberadaan ICT belum dimanfaatkan siswa untuk memaksimalkan belajar mereka.

Karena itu perlu adanya upaya untuk memanfaatkan ICT bagi pembelajaran siswa.

Madrasah sebagai suatu institusi yang sangat diharapkan keberadaannya sebagai pencetak generasi yang

unggul dan agamis pada masa yang akan datang, sudah waktunya untuk memikirkan alokasi dana guna

meningkatkan mutu pembelajaran yang berbasis ICT.  Perpustakaan on-line hedaknya dapat diwujudkan

dan kemudian dimanfaatkan untuk mengatasi perubahan yang ada dalam lingkungan belajar.

 

Kesimpulan   

Perpustakaan on-line memang tidak mudah untuk diadakan di madrasah karena keterbatasan sumber

dana dan sumber daya yang dimilikinya.  Tetapi perpustakaan on-line sudah merupakan sebuah tuntutan

yang tidak dapat terhindari — bukan hanya sekedar fasilitas yang penting, tetapi fasilitas yang wajib ada

untuk investasi jangka panjang.  Semakin terpencil letak sebuah madrasah, sebenarnya madrasah itu

semakin membutuhkan perpusakaan on-line.

Dengan jejaring internet yang sudah tersedia sekarang ini, sebenarnya madrasah telah memiliki modal

dasar untuk mewujudkan perpustakaan on-line, yang memungkinkan setiap siswa memperoleh haknya

dalam hal aksesibilitas, konektifitas, pengetahuan dan informasi yang dapat dipelajari dan dimanfaatkan

oleh siswa.  Perpustakaan on-line yang diberdayakan dalam pengelolaan pendidikan di madrasah akan

memperkuat ketrampilan informasi siswa dalam membangun dan mewujudkan generasi unggul, islami

dan berbasis pengetahuan.

About widayantoku

a teacher of English in East Java Indonesia
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s